Diserang KSTP di Tengah Jalan Ketua Suku Ini Jadi Korban Demi Para Pekerja: Mereka Kejam Sekali

Diserang KSTP di Tengah Jalan Ketua Suku Ini Jadi Korban Demi Para Pekerja Mereka Kejam Sekali

Jayapura, TanahPapua, (03/07/2021) – Meski ruang gerak kelompok Separatis Teroris Papua terus dibatasi, namun aksi kebrutalan kelompok separatis tersebut belum juga berhenti.

Ironisnya, ketika mereka dalam kondisi terdesak, siapa pun warga asal Papua akan dihabisi kendati tindakan mereka itu amat tidak berperikemanusiaan.

Salah satu fakta itu terjadi di Papua pekan lalu. Ketika itu KSTP membunuh sejumlah warga, satu diantaranya adalah ketua suku di Kabupaten Yahukimo.
Tindakan pembunuhan itu terjadi pada Kamis 24 Juni 2021, manakala korban bersama beberapa warga lainnya sedang dalam sebuah perjalanan pulang ke rumah.

Saat sedang dalam perjalanan pulang, ketua suku itu tiba-tiba diserbu oleh sekitar 30 anggota KKB yang lengkap dengan senjata di tangan.

Lantaran diserbu secara mendadak, ketua suku dan warga lainnya itu tidak melakukan perlawanan apa pun.

Apalagi mereka juga tak membekali diri dengan senjata apapun. Olehnya saat itu mereka pasrah pada kenyataan yang dihadapi.

Meski pasrah, anggota KSTP malah tak menghiraukan hal itu. Mereka tetap menghabisi warga itu tanpa mengenal ampun.

Iqbal Al Qudusi mengatakan, hingga saat ini tercatat sebanyak 23 kasus kontak tembak yang terjadi di wilayah tersebut.

Kasus lainnya adalah 20 gangguan penembakan dan 12 lainnya merupakan kejahatan yang terjadi di wilayah Papua.

Dalam rentetan peristiwa yang didata itu, jumlah korban yang meninggal dunia sebanyak 22 orang.

Tentang aksi teror terbaru KSTP terjadi di Kabupaten Yahukimo itu Danrem 172/Praja Wira Yakthi, Brigjen TNI Izak Pangemanan, membenarnya adanya kejadian itu.

“Benar ada peristiwa itu dan diduga pelaku adalah kelompok teroris. Ini sudah termasuk teror,” katanya, Kamis 24 Juni 2021.

Aras kasus tersebut, evakuasi korban baru dilakukan pada Jumat 25 Juni 2021.

Dia menyebutkan, bahwa aktor di balik tindakan teror tersebut, adalah KSTP yang dipimpin oleh Tendius Gwijangge.

“Pelaku penembakan dan penganiayaan hingga menewaskan warga sipil pimpinan itu, adalah Tandius Gwijangge (TG),” kata Izak

Dalam peristiwa penyerangan mendadak pada Kamis 24 Juni 2021 pukul 11.05 WIT itu, beberapa korban tewas merenggang nyawa.

Dalam peristiwa tersebut, sejumlah pekerja jembatan PT Sinama dilaporkan menjadi korban, termasuk diantaranya adalah kepala suku.

Kejadian ini bermula saat truk yang dikemudikan Saiful sedang menuju kamp PT Berantas di Kampung Sukamo, Kabupaten Yahukimo, Papua.

Tatkala kendaraan itu sedang melewati jembatan Kali I Kampung Samboga, Distrik Seradala, tiba-tiba truk itu dihadang oleh KSTP.

Menurut korban yang selamat, anggota KKB Papua yang beraksi saat itu sebanyak kurang lebih 30 orang.

Anggota KKB tersebut membawa sejumlah senjata tajam, baik anak panah, kapak, parang, samurai dan beberapa jenis senjata tradisional lainnya.

“Mereka menggunakan alat tajam berupa anak panah, kapak, parang, samurai, dan dua orang dari KSTP membawa dua pucuk senjata api laras panjang.”

Hal tersebut diungkapkan oleh Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal, di Jayapura, Jumat 26 Juni 2021.

Dari insiden tersebut, tiga korban dilaporkan langsung meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).

Sedangkan dua orang lainnya menderita luka-luka dan empat warga lainnya disandera.

Saat ditanya apakah lelah menjadi anggota KSTP pimpinan Purom Wenda, Delison TaLENGGENG membenarkan hal tersebut.

Ia mengaku telah lelah hidup dan hutan dan mereka juga sangat kesulitan mencari makan.

“Iya, capek. Susah (mencari makan)” kata Delison.

Tak hanya itu, Delison juga mengakui kalau aksi KSTP selama ini telah meresahkan aparat dan masyarakat Papua.

“Meresahkan betul, jadi saya sudah lepas (keluar dari KSTP pimpinan Purom Wenda)” ujarnya.

Lebih lanjut, Delison mengungkapkan ia tak bisa pergi ke mana-mana selama menjadi anggota KKB Papua.

Delison bersama anggota lainnya menghabiskan waktunya dengan bersembunyi di gunung dan tak bisa ke kota.

Ia menambahkan, kala itu dirinya dan anggota KSTP lainnya tak bisa makan jika persediaan telah menipis.

“Makanan tidak cukup, tidak bisa bagi. (Merasa) lapar, makanan sedikit tidak bisa bagi,” kisahnya.

Kini, setelah kembali ke NKRI, Delison Talenggeng mengaku merasa lebih senang dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga.

“Setidaknya kami lebih senang, bisa hidup dengan tenang dan dapat memenuhi kebutuhan hidup bersama keluarga,” ujarnya.

Delson juga berjanji tak akan mau dibujuk lagi oleh para pecundang yang sesungguhnya tak ingin melihat sesawa warga Papua hidup senang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I was getting ready to go out with my friends when I got a text 80sbus.com from my boyfriend. He said he had a surprise for me and to meet him pornobold.com at his house. When I got there, he told me to take my clothes off. homefaps.com I was a little hesitant, but I did as he asked. Then he took me loaffuns.com into the bedroom and told me to lay down on the bed. He took out bluefucking.com a whip and began to whip me. It hurt, but I loved it. The pain xxxshed.com was turning me on more and more. Then he took the whip and started to eroscute.com rub it up and down my body. I could feel my pussy getting wetter and fapcase.com wetter. He finally put the whip inside of me and I came instantly.