Plt Ketua DPD Golkar Papua Ahmad Doli Kurnia : Keputusan Gub Papua 2 Nama Tidak Sah dan Tidak Sesuai Mekanisme serta Belum Mewakili Partai Koalisi

Jayapura, TanahPapuTambah Barua.id, (14/08/2021) – DPD Golkar Papua meyakini proses penentuan dua nama bakal calon Wakil Gubernur Papua pengganti Almarhum Klemen Tinal belum final, walaupun kabarnya Gubernur Papua Lukas Enembe telah melingkari dua nama calon pilihannya.

Plt Ketua DPD Golkar Papua, Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengatakan, penentuan dua nama bakal calon yang akan dihantar ke DPR Papua, tak hanya terbatas pada keputusan salah satu pihak, melainkan semua parpol dalam koalisi, Gubernur Papua dan diakhiri rekomendasi DPP Sembilan partai politik untuk dua nama tersebut.

“Jadi kita tidak ingin berandai-andai, sehingga saya katakan untuk saat ini belum ada keputusan apa-apa dalam koalisi,” kata Ahmad Doli melalui sambungan telepon.

Lanjut Ahmad Doli, Golkar menilai dua nama yang disebut-sebut telah dilingkari Gubernur Enembe bukan hasil koalisi, melainkan usulan Gubernur Lukas sebagai Ketua DPD Demokrat yang juga disetujui oleh Partai Hanura.

“Kami melihat itu sebagai usulannya Demokrat yang disetujui Hanura, karena Gubernur sebagai Ketua DPD Demokrat. Pak Gubernur silahkan saja membuat dua nama, tapi kalau tidak disepakati seluruh partai dalam koalisi, kan tidak bisa juga,” tegas Ahmad.

Untuk itu, Golkar berharap semua parpol dalam koalisi hendaknya mengedepankan kepentingan yang lebih besar, bukan kepentingan kelompok atau pribadi. Sebab, selama ini semua partai dalam koalisi melakukan perundingan-perundingan untuk mencapai konsensus sehingga, jika ada keputusan atau kesepakatan itu haruslah didasari atas keputusan bersama tidak bisa sepihak.

“Pengajuan nama dalam pemilihan Wagub ini ada mekanisme dan aturan. Jadi harus disepakati, dan bukan hanya persetujuan gubernur tapi juga parpol dalam koalisi,” ungkap Ahmad Doli.

“Kalaupun sudah disepakati dua nama, itu tetap berdasarkan keputusan yang diambil oleh DPP dari 9 partai politik dalam Koalisi, ya makanya kita lihat saja nanti,” jelasnya.

Golkar lanjut Ahmad Doli sudah memiliki banyak pengalaman dalam hal pergantian antar waktu seperti yang terjadi di Papua saat ini.

Kita sesama parpol saling menghormati, dirinya mencontohkan saat usungan dari Partai A berhalangan tetap (meninggal) tentu kita memberi penghargaan penggantinya itu dari partai A juga.

“Dimana-mana juga begitu, misalnya kepala daerahnya partai A dan wakilnya partai B, dan kepala daerahnya ini berhalangan tetap dan Wakilnya naik menjadi kepala daerah, maka untuk pemilihan wakilnya akan diambil dari partai A, secara etisnya begitu, jadi kita dalam politik itu saling menghargai,” jelasnya.

Saat ditanyakan potensi Golkar mengganti nama sesuai keinginan Gubernur Enembe, Ahmad Doli memberikan respon terbuka, namun tetap berharap ada solusi terbaik.

“Ya kita lihat mudah-mudahan kita punya jalan keluar. Kita kan belum tau apa jalan keluarnya? yang jelas sampai saat ini Golkar masih memberikan tugas kepada dua nama usulannya,” tutup pria yang juga Ketua Komisi II DPR-RI ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I was getting ready to go out with my friends when I got a text 80sbus.com from my boyfriend. He said he had a surprise for me and to meet him pornobold.com at his house. When I got there, he told me to take my clothes off. homefaps.com I was a little hesitant, but I did as he asked. Then he took me loaffuns.com into the bedroom and told me to lay down on the bed. He took out bluefucking.com a whip and began to whip me. It hurt, but I loved it. The pain xxxshed.com was turning me on more and more. Then he took the whip and started to eroscute.com rub it up and down my body. I could feel my pussy getting wetter and fapcase.com wetter. He finally put the whip inside of me and I came instantly.