Ondofolo Sentani Yanto Eluay : Malaikat Tabuni Siapa Dia? Ko Itu tidak diakui, Stop Mengklaim Diri Pemimpin 5 Suku Adat di Papua Untuk Kepentingan Pribadi

Jayapura, TanahPapua.id, (2308/2021) – Ondofolo Yanto Khomlay Eluay mengharapkan sekaligus mengimbau agar masyarakat hukum adat Papua, menjaga dan menghormati tatanan dan nilai-nilai adat karena disitulah wibawa, harga diri, harkat dan martabat sebagai orang asli Papua (OAP).

Demikian hal ini disampaikan Yanto Eluay dalam siaran pers yang diterima redaksi di Kota Jayapura, Senin (23/08) terkait sejumlah pernyataan di media oleh Malaikat Tabuni yang mengatasnamakan Ketua Asosiasi Kepala Suku Lima Wilayah Adat di Provinsi Papua.

“Melihat perkembangan saat ini mulai bermunculan organisasi atau lembaga yang mengunakan kapasitas adat. Ini sinyalemen yang perlu disikapi untuk mengingatkan kita agar tidak mencaplok jabatan-jabatan dalam struktur kepemimpinan adat secara tidak bermartabat dan digunakan untuk kepentingan-kepentingan pribadi dengan menggeneralisir masyararakat adat Papua,” Tegasnya.

Menurut Yanto, ini suatu fenomena yang pernah muncul diawal-awal Otsus Papua jilid pertama, dimana banyak menjamur lembaga atau organisasi yang menggunakan label Adat dan menjelang berakhirnya Otsus jilid 1 yang dinilai gagal atau tidak berhasil dengan adanya aksi-aksi penolakan Otsus.

“Lembaga atau organisasi itu, belakangan ini menghilang dan tidak bersuara, padahal mereka juga ikut menikmati Dana Otsus.

Ini yang disebut Kepala Adat atau Kepala Suku Otsus, angkat diri punya jabatan adat, tanpa mekanisme adat yang berlaku dimasing-masing suku,” ujarnya.

Hal ini, lanjut Yanto, perlu menjadi perhatian dan pertimbangan bagi pemerintah khususnya dalam implementasi Otsus jilid 2. “Jangan lagi mengakomodir atau mendengar mereka, polanya langsung ke kampung-kampung bertemu Kepala Adat yang ada disana, jangan lagi kita mengulangi kesalahan masa lalu yang membuat masyarakat papua di kampung-kampung tetap menderita dan tidak sejahtera,” pintanya.

Kepada masyarakat Papua, anak dari tokoh pejuang Theys Hiyo Eluay itu, berharap juga untuk ikut dalam tindakan tersebut, tetapi mengontrol dan mengawasi serta berani mengkritisi, bila ada oknum-oknum yang mencaplok jabatan-jabatan adat.

“Sekali lagi saya pertegas kepada masyarakat adat jangan membawa-bawa jabatan adat, untuk kepentingan-kepentingan yang tidak berorientasi ke rakyat, jaga wibawamu sebagai masyarakat adat yang bermartabat dan beradab, bukan masyarakat adat yang tidak beradab atau biadab,” kata Ondofolo Yanto Eluay.

Sebelumnya, Malaikat Tabuni berbicara soal partai koalisi pengusung Gubernur Lukas Enembe dan Klemen Tinal (Almarhum) didesak segera menuntaskan nama yang akan diusung untuk diproses mengisi jabatan wakil gubernur yang lowong.
Mereka diminta tidak mengulur-ulur waktu mengingat Gubernur Lukas Enembe harus dibantu dalam menjalankan roda pemerintahan. Tidak bisa sendiri mengingat kondisi kesehatan gubernur masih dalam pemulihan dan belum 100 persen bisa menangani semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I was getting ready to go out with my friends when I got a text 80sbus.com from my boyfriend. He said he had a surprise for me and to meet him pornobold.com at his house. When I got there, he told me to take my clothes off. homefaps.com I was a little hesitant, but I did as he asked. Then he took me loaffuns.com into the bedroom and told me to lay down on the bed. He took out bluefucking.com a whip and began to whip me. It hurt, but I loved it. The pain xxxshed.com was turning me on more and more. Then he took the whip and started to eroscute.com rub it up and down my body. I could feel my pussy getting wetter and fapcase.com wetter. He finally put the whip inside of me and I came instantly.