Dua Orang Anggota KKB Kembali Kepangkuan NKRI

Jayapura, TanahPapua.id, (25/05/2021) – Berikut ini sosok Fernando Worabai, panglima TPNPB-OPM wilayah Seireri yang kebakaran jenggot setelah dua anggota Kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua kembali ke pangkuan ibu pertiwi.

Seperti diketahui, dua anggoat KKB Papua berjanji setia kepada NKRI dan menyerahkan 6 pucuk senjata rakitan beserta munisinya kepada aparat setelah melihat kesuksesan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua.

Dua anggota KKB Papua wilayah Distrik Angkaisera dan Distrik Yapen Utara, Kabupaten Kepulauan Yapen itu menyerahkan diri di Kodim 1709/Yawa.

Danrem 173/PVB Brigjen TNI Iwan Setiawan dan Dandim 1709/Yawa Letkol Inf Leon Pangaribuan menerima langsung dua eks KKP berinisial EM dan EJ.

Namun, fakta ini dibantah Fernando Worabai saat menghubungi Tribun-Papua.com, Jumat (22/10/2021) sore.

Menurut Fernando Worabai, EM dan EJ bukanlah anak buahnya.

“Mereka berdua bukan anggota saya dan saya pastikan itu,” tegasnya.

Ia menuding penyerahan diri serta senjata api oleh keduanya hanya setingan.

“Itu hanya kepentingan dengan membawa nama saya sebagai panglima TPNPB-OPM,” tegasnya.

Disamping itu, ia meminta kepada oknum tidak menyebutkan namanya apalagi untuk kepentingan pribadi.

“Itu untuk mencari keuntungan pribadi,” jelasnya.

Diketahui dua anggota TPNPB-OPM EM dan EJ menyerahkan diri dan mengaku kembali ke NKRI pada 13 Oktober 2021 lalu.

Selain menyerahkan diri, EM dan EJ pun memberikan 6 pucuk senjata api baik laras panjang dan Pendek, 97 butir amunisi, 1 HT, serta dokumen dan 4 lembar Bendera Bintang kejora.

Sementara itu Danrem 173/PVB Brigjen TNI Iwan Setiawan mengaku kedua anggota TPNPB-OPM menyerahkan diri tanpa ada paksaan.

Disamping itu mereka tergerak kembali ke NKRI setelah melihat keseriusan Pemerintah Indonesia karena telah membangun Papua dan ditambah terlaksananya PON yang sangat megah.

“Penyerahan diri kedua simpatisan ini juga karena ingin mendapatkan kehidupan yang tenang dan tanpa dibayang-bayangi oleh kejaran aparat keamanan,” bebernya. “Sebenarnya mereka sudah begitu lama menyimpan senjata beserta amunisi ini, sebab mereka itu beranggapan Papua akan merdeka.

Namun setelah melihat pembangunan dan penyelenggaraan PON di Papua, mereka yakin inilah yang benar bahwa papua sebenarnya dibawah bingkai NKRI,” sambung Brigjen Iwan, melansir dari korem173-tniad.mil.id.

“Selain itu, penyerahan diri kedua simpatisan ini juga karena ingin mendapatkan kehidupan yang tenang dan tanpa dibayang-bayangi oleh kejaran aparat keamanan.

Penyerahan diri kedua simpatisan ini juga merupakan hasil dari upaya komunikasi yang baik dari Kodim 1709 Yawa dan jajarannya beserta seluruh pihak terkait dan ini adalah keberhasilan dan terobosan yang dilakukan tanpa memerlukan letusan senjata dan pengejaran aparat keamanan”, lanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I was getting ready to go out with my friends when I got a text 80sbus.com from my boyfriend. He said he had a surprise for me and to meet him pornobold.com at his house. When I got there, he told me to take my clothes off. homefaps.com I was a little hesitant, but I did as he asked. Then he took me loaffuns.com into the bedroom and told me to lay down on the bed. He took out bluefucking.com a whip and began to whip me. It hurt, but I loved it. The pain xxxshed.com was turning me on more and more. Then he took the whip and started to eroscute.com rub it up and down my body. I could feel my pussy getting wetter and fapcase.com wetter. He finally put the whip inside of me and I came instantly.