Tokoh Muslim Papua Ajak Masyarakat Syukuri Kelanjutan UU Otonomi Khusus

Jayapura, TanahPapua.id, (16/11/2021) – Tokoh Muslim Papua KH Abdul Kahar Yelipele turut merespon pengesahan Undang-undang Otonomi khusus (Otsus) Papua yang menuai protes, khususnya bagi masyarakat serta mahasiswa dari wilayah adat Lapago.

Seharusnya, kata dia, masyarakat Papua khususnya dari wilayah Lapago; Kabupaten Jayawijaya dan sekitarnya bersyukur atas kelanjutan dari UU Otsus Papua yang mengakomodir kepentingan hajat hidup masyarakat asli Bumi Cenderawasih.

“Berdasarkan Undang-undang pasal 12 tahun 2021 Otsus hanya orang asli Papua yang berhak menjadi kepala daerah tak seperti diwilayah lain, kita wajib bersyukur,” kata Yelipele.

Menurut Yelipele, hadirnya Otsus Papua sangat terasa dalam pembangunan di seluruh aspek khususnya perkampungan.

Ia memandang masyarakat Papua sudah merasakan adanya perubahan selama 20 tahun terakhir, selama Otsus bergulir.

“Saya menyampaikan ini karena saya yang melihat dan merasakan di daerah Lapago Kabupaten Jayawijaya,” ujar putra asli Wamena.

Meski begitu, Yelipele berharap kepada pemerintah agar lebih meningkatkan pengawasaan Dana Otsus ke depan.

Mulai penggunaannya, peruntukan, serta pertanggungjawabannya, sehingga manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.

“Saya menekan harapan pada kami sebagai orang Papua di daerah pegunungan agar jangan mengadu domba serta terprovokasi oleh kepentingan elit politik,” ujuar Ketua Masjid Raya Baiturrahim Papua.

Kepada para pelajar dari Kabupaten Jayawijaya dan sekitarnya di berbagai kota studi luar Papua, Yelipele berpesan untuk lebih fokus kuliah hingga lulus, lalu pulang membangun kampung halamannya.

“Dulu kami memang pakai koteka, sekarang kami sudah pakai pakaian rapi, waktu itu kita tidak bisa membaca namun saat ini sudah bisa. Inilah arti kemerdakaan sesungguhnya,” pungkas Yelipele.

Baginya, kemerdekaan bukanlah ditempuh lewat cara kekerasan serta perang suku yang marak terjadi hingga hari ini.

“Kita yang dahulu tidak sekolah, tidak punya ijazah dapat diangkat menjadi kepala desa dan mengelola uang sampai satu milyar,” kata pria yang juga menjabat sebagai Ketua Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (NU) Kota Jayapura

Menurutnya warga Lapago pada jaman dahulu umumnya berjualan dari pagi hingga malam hanya mengumpulkan uang Rp 10 Ribu. Namun kini telah mampu mengelola uang milyaran rupiah.

“Artinya adalah perhatian pemerintah pusat kepada pemerintah daerah di tanah Papua diberikan secara afirmasi khusus,” jelas Yelipele.

Atas dasar itu ia tegas meminta Otsus dilanjutkan, namun pengelolaanya harus terus diperbaiki secara transparan agar masyarakat dapat lebih merasakan dampaknya.

Ia menyayangkan stigma yang beredar di masyarakat bahwa setiap kegiatan aksi demontrasi dan kegiatan anarkis lainnya disebabkan oleh masyarakatnya dari pegunungan Papua.

“Saya selaku orang gunung memohon kepada saudara-saudara saya dapat menjaga nama baik daerahnya,” imbaunya.

“Masyarakat pegunungan harus berbuat kebaikan dimanapun ia berada,” lanjut Yelipele.

Yelipele berpesan kepada Pemerintah Daerah harus lebih bersinergi bersama Pemerintah Pusat, sehingga dapat mewujudkan kedamaian serta keamanan di tanah Papua.

“Jangan sampai ada kejadian masyarakat tipu masyarakat, ini yang harus kita jaga,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I was getting ready to go out with my friends when I got a text 80sbus.com from my boyfriend. He said he had a surprise for me and to meet him pornobold.com at his house. When I got there, he told me to take my clothes off. homefaps.com I was a little hesitant, but I did as he asked. Then he took me loaffuns.com into the bedroom and told me to lay down on the bed. He took out bluefucking.com a whip and began to whip me. It hurt, but I loved it. The pain xxxshed.com was turning me on more and more. Then he took the whip and started to eroscute.com rub it up and down my body. I could feel my pussy getting wetter and fapcase.com wetter. He finally put the whip inside of me and I came instantly.