Penuhi Janji Jokowi untuk Papua, Lahirkan 1.200 Petani Milenial Papua yang Berkualitas

Jakarta, Tanahpapua.id, (17/11/2021) – Tidak surut sedikit pun komitmen Presiden Joko Widodo dalam membangun Papua dan Papua Barat menuju ke arah yang lebih baik, khususnya pembangunan di bidang infrastruktur atau pun peningkatan sumber daya dan kualitas orang asli Papua. Tentunya itu tercipta berkat kepedulian dan rasa cinta yang mendalam dari Pak Jokowi terhadap Papua.

Diantara sederet perubahan signifikan yang terjadi di Papua yaitu akselerasi infrastruktur, pembangunan jembatan Youtefa di Jayapura yang megah, jalan trans Papua yang tersambung begitu cepat, hingga penyelenggaraan PON XX dan Peparnas 2021 yang sukses digelar sehingga menjadi sebuah kebanggaan bagi rakyat Papua dan tentunya kita semua bangsa Indonesia.

Semua itu bagian dari komitmen dan janji Pak Jokowi untuk masyarakat Papua dan Papua Barat. Pak Jokowi juga percaya bahwa Papua dan masyarakat Papua sudah bisa. Itulah alasan beliau membangun Papua Youth Creative Hub (PYCH) untuk mendorong kreatifitas dan keterlibatan anak-anak muda Papua dalam berbagai sektor.

Begitu pula yang terjadi pada beberapa hari ini, lebih dari 1.200 petani muda Papua dan Papua Barat dilatih dan didampingi secara serempak, oleh Kementerian Pertanian yang bekerja sama dengan Papua Muda Inspiratif.

Program ini merupakan lanjutan dari Program Petani Milenial yang didorong oleh Presiden Joko Widodo untuk mendukung ketahanan pangan Republik Indonesia.

Dari berbagai sumber pemberitaan media dikatakan bahwa pelatihan ini akan berlangsung dari tanggal 15-23 November 2021, melibatkan 20 Kab/Kota di Papua dan 18 Kab/Kota di Papua Barat. Rencananya, program ini juga diikuti dengan pendampingan intensif setelahnya, selama kurang lebih 1 tahun ke depan.

Di Provinsi Papua, pelatihan dilangsungkan di BPTP Papua, BLP Sentani, BPP Sidori, Dishut Biak, Ditan Merauke, Distan Nabire, Polbangtan Merauke, BPP Semangga, Balai Kampung Domande, Diperta, SMK Eca dan Diperta Yapen.

Sementara di Papua Barat, pelatihan dipusatkan di Polbangtan Manokwari, Dinas Pertanian Kab. Pegaf, Dinas Pertanian Kab. Telbin, Dinas Pertanian Kab. Sorong, Dinas Pertanian Kab. Fakfak dan Dinas Pertanian Kab. Tambrauw.

Disebutkan, pelatihan ini untuk memenuhi janji Presiden Jokowi dalam kunjungannya saat pembukaan PON di Papua beberapa hari lalu. Beliau meminta kepada Menteri Pertanian agar skill anak muda Papua ditingkatkan, dan jumlahnya harus 2.000 orang. Presiden juga meminta agar pendampingan berkelanjutan harus terus diberikan untuk meningkatkan kapasitas mereka.

Ini sih keren, apalagi Provinsi Papua dan Papua Barat adalah 2 Provinsi yang paling gencar mendukung program ini. Target besar dari Program ini adalah terciptanya 2.5 juta petani muda Indonesia di seluruh Indonesia, sesuai dengan visi Presiden Joko Widodo.

Pelatihan bagi petani milenial di Papua dan Papua Barat mendukung ketersediaan pangan ini luar biasa. Apalagi Papua didukung dengan memiliki bumi yang subur sehingga dapat dimanfaatkan untuk pertanian.

Mengutip pernyataan Mentan Syahrul Yasin Limpo, bahwa selama pandemi covid-19 bahkan dalam kondisi krisis sekalipun pertumbuhan PDB pertanian naik 16.24%, sedangkan ekspor meningkat 15.79% di tahun 2020. Bahkan hingga tahun 2021 meningkat sampai 47, 96%. Sementara Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) meningkat sebesar 105,58 dan Nilai Tukar Petani (NTP) mencapai 105,68.

Itu artinya, pertanian mempunyai peluang besar yang bisa dimanfaatkan. Bertani tidak akan miskin, menjadi petani itu hebat, dan petani milenial itu luar biasa. Untuk itu, petani harus tangguh, kendalikan alam, produksi pangan untuk kehidupan.

Untuk itu, saya selaku Ketua Umum Milenial Muslim Bersatu (MMB) sangat menyambut baik hadirnya kegiatan tersebut. Karena sudah saatnya milenial bangkit, bukan hanya di bidang teknologi yang sesuai dengan kondisi zaman, namun juga perlu berjuang di bidang pertanian demi menjaga ketahanan pangan kita.

Semoga pelatihannya sukses dan terlaksana dengan baik sehingga dapat memunculkan petani-petani hebat di masa depan. Tentunya dengan kualitas petani yang baik, kualitas pangan kita pun semakin baik. Selain itu, tak ada lagi gengsi menjadi petani karena petani merupakan profesi yang terhormat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I was getting ready to go out with my friends when I got a text 80sbus.com from my boyfriend. He said he had a surprise for me and to meet him pornobold.com at his house. When I got there, he told me to take my clothes off. homefaps.com I was a little hesitant, but I did as he asked. Then he took me loaffuns.com into the bedroom and told me to lay down on the bed. He took out bluefucking.com a whip and began to whip me. It hurt, but I loved it. The pain xxxshed.com was turning me on more and more. Then he took the whip and started to eroscute.com rub it up and down my body. I could feel my pussy getting wetter and fapcase.com wetter. He finally put the whip inside of me and I came instantly.