Anggota MRP Herman Yoku : Gubernur Lukas Jangan Bohongi Rakyat Papua

Jayapura, TanahPapua.id, (10/02/2022) – Anggota Majelis Rakyat Papua Herman Yoku meminta Gubernur Lukas Enembe tidak membohongi rakyat Papua berkaitan dengan pernyataannya yang viral di jejaring media sosial. Dalam tayangan berdurasi 1 menit 23 detik tersebut Gubernur Lukas menyebutkan “Orang Papua Tidak Happy”.

 

Cuplikan video sejak Selasa (08/02/2022) itu, telah ditonton ribuan kali.

 

“Pernyataan Lukas bagai menepuk air didulang, terpercik muka sendiri, jangan pakai dalih masyarakat tidak bahagia,” kata Herman Yoku, Kamis (10/02/2022).

 

Baginya, pernyataan Lukas bisa berdampak. “Pertanyaannya kembali ke bapak, masyarakat tidak sejahtera karena apa, atau bapak yang bikin masyarakat tidak sejahtera?” katanya.

 

Sebelumnya, sebuah tayangan pendek di jejaring sosial memperlihatkan pidato Gubernur Papua Lukas Enembe.

 

Dalam sambutannya di sebuah kegiatan, Lukas mengatakan orang Papua tidak happy. “Seluruh Papua, Dimuka bumi ini, yang tidak happy itu orang Papua. Kamu catat itu. Orang tidak hidup dalam kebahagiaan,” ujarnya.

 

Ia mengungkapkan, sejumlah daerah ‘menangis’ saat ini. Ada Intan Jaya, Puncak, Nduga, Pegunungan Bintang, termasuk Maybrat “Orang tidak hidup normal di negeri sendiri. Tidak hidup aman, kami lahir bukan untuk itu,” sebutnya.

 

Menurut Herman Yoku, selama dua dekade, orang Papua hidup menderita. “Pak Lukas jangan bohong. Tuhan masih kasih kesempatan bapak punya kesehatan, air mata orang Papua menderita selama 20 tahun,” kata Herman.

 

Ia menceritakan, bagaimana perjalanannya ke perkampungan dan menerima banyak masukan dari masyarakat. “Saya jalan ke pelosok pelosok kampung atau dusun, tidak ada penerangan listrik, anak sekolah belajar dalam gulita, mereka pakai lampu pelita,” ceritanya.

 

Dengan kehidupan serba terbatas, Orang Papua saat ini mempertanyakan kemana mengalirnya anggaran Otonomi Khusus yang bernilai fantastis.

 

“Dana Otsus sudah diserahkan kepada Pemerintah Papua dengan jumlah begitu besar, tapi mengapa harus membuat statement bahwa masyarakat tidak sejahtera?” ucapnya.

 

Herman mengungkapkan, Negara telah memberikan kesejahteraan bagi orang Papua. Aneh bila kemudian Gubernur Lukas menyebut Orang Papua tidak bahagia. “Masyarakat hidup dalam tekanan dan penderitaan, Otsus itu hanya di kalangan pejabat, bukan di masyarakat akar rumput,” paparnya.

 

Pejabat Papua sambungnya, membangun kekayaan tanpa peduli sesama. “Uang (Otsus) tidak pernah dirasakan rakyat, semuanya ke pejabat, mereka punya mobil mewah, tanah di mana-mana, sampai di Jakarta pun ada rumah,” kata Herman.

 

Baginya, pernyataan Lukas mirip seseorang tengah menderita sakit. “Ibarat api jauh dari panggang, pernyataan Lukas seperti bersilat lidah,” pungkasnya.

 

Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, Yan Christian Warinussy, pada pertengahan Desember 2021 menyentil, pernyataan Gubernur Papua Lukas Enembe kerap mengundang kontroversi.

 

Menurut Warinussy, situasi tersebut diperburuk oleh tiadanya Wakil Gubernur sejak meninggalnya almarhum Klemen Tinal pada pertengahan 2021. “Jadi, dari sini kita bisa lihat, Lukas itu tidak sehat,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I was getting ready to go out with my friends when I got a text 80sbus.com from my boyfriend. He said he had a surprise for me and to meet him pornobold.com at his house. When I got there, he told me to take my clothes off. homefaps.com I was a little hesitant, but I did as he asked. Then he took me loaffuns.com into the bedroom and told me to lay down on the bed. He took out bluefucking.com a whip and began to whip me. It hurt, but I loved it. The pain xxxshed.com was turning me on more and more. Then he took the whip and started to eroscute.com rub it up and down my body. I could feel my pussy getting wetter and fapcase.com wetter. He finally put the whip inside of me and I came instantly.